12 Juni 2020

Passionate dalam Pemberdayaan UMKM

“Perjalanan karir gue sudah di titik dimana gue tau passion gue adalah di grassroots. That’s for sure.”

Sebelum bergabung dengan Youtap Indonesia, Edwin Perdanaputra, Head of Micro Business & Ecosystem di Youtap atau biasa dipanggil Edwin, memang sudah sangat akrab dengan kegiatan kemasyarakatan di daerah-daerah. 4 tahun bersama UNICEF, ia telah mengadakan beberapa kampanye Kesehatan di seluruh wilayah Indonesia. Kampanye Nasional Tanggap Flu Burung, Pekan Imunisasi National (PIN) serta kampanye Campak adalah sebagian dari campaign project yang dikerjakannya. Melihat bagaimana dampak langsung hasil dari kampanye ini, dari sinilah ia mulai merasa jatuh cinta dengan berkarya untuk lapisan masyarakat akar rumput atau grassroot.

Tak lama setelah menyelesaikan kampanyenya di UNICEF, kecintaanya akan masyarakat grassroot tetap tidak goyah. Ia yakin bahwa semua komunikasi berawal dari kalangan tersebut. Sehingga saat ia mulai bekerja dengan Coca-Cola Indonesia sebagai Experiential Manager, ia tahu bahwa ia perlu memulai kampanye nasionalnya dari bawah. “Komunikasi ke grassroots itu penting, bahkan untuk kampanye nasional, semua pola pikir harus dimulai dari dalam lapisan masyarakat tersebut. Seandainya kita bisa berkomunikasi dengan mereka, kita bisa melihat bagaimana dampaknya sangat besar.” Dengan keyakinan tersebut, tak heran selama 4 tahun bergabung dengan Coca-Cola, ia sukses membawa menghasilkan kegiatan-kegiatan besar seperti Piala Coca-Cola yang merupakan kompetisi bola pelajar nasional terbesar, Vision 2020 yang melibatkan para perempuan pemilik warung di area Jabodetabek serta kampanye Angkat Raketmu yang bertujuan untuk membangkitkan kembali semangat bermain bulu tangkis di kalangan anak muda.

“Untuk bisa berkomunikasi dengan mereka, kita enggak bisa hanya sekedar datang, ngasi sesuatu dan pergi. Cara seperti itu enggak akan bisa berhasil. Kita perlu melakukan komunikasi langsung, perlu dekat dengan mereka. Perlu direct communication untuk bisa mendapatkan dan memperkuat level trust dari mereka.”. Sehingga tidak heran saat pertama kali bergabung dengan tim Youtap Indonesia, ia merasa apa yang akan dilakukan sesuai dengan panggilan jiwanya. “Inget banget waktu pertama kali direkrut oleh Youtap dan ngobrol sama Herman (CEO Youtap), visi misinya akan empowering UMKM, dan disitu tau kalo sejalan dengan apa yang dicari.”

Dalam menjalankan perannya sebagai Head of Micro Business, ia memiliki visi misi yang jelas. Edwin tidak hanya ingin memberdayakan, ia juga ingin bisa mendorong keberlanjutan dari para pedagang tersebut. “Gue mau mereka bisa berdaya dan berkelanjutan. Di beberapa bisnis kecil, keberlangsungan usaha itu yang dicari. Karena kurang modal, bisa tutup. Rugi, bisa tutup. Enggak ada yang nerusin usahanya, bisa tutup”. Kondisi lapangan yang dilihatnya rentan tersebut memberikannya dorongan lebih untuk membantu para pedagang agar tidak hanya berjualan saja, namun juga bertumbuh dalam usahanya. Ia melanjutkan, “Gue mau solusi kita bisa benar-benar dirasakan membawa benefit atau value, pengen membantu usaha mereka untuk selalu berkembang. Berkembang disini tidak selalu berarti mereka bisa buka cabang, tapi mungkin dari semua sisi jadi lebih baik. Yang tadinya bisnisnya berantakan, bisa menjadi lebih rapi. Yang tadinya tidak profit, jadi lebih profit. Yang tadinya sudah menguntungkan, jadinya lebih menguntungkan atau bahkan punya tambahan pemasukan. Bisa mendorong keberlangsungan dari usaha-usaha ini menjadi lebih berkembang.”

Dengan keberagaman karakteristik pedagang serta taraf penerimaan teknologi yang berbeda-beda, Edwin mengatakan bahwa challenge terbesar yang ia hadapi adalah tingkat penerimaan dari pada pedagang ini. Beberapa kali ia menghadapi penolakan, karena kendala tersebut. “Tidak cuma dari jenjang umur, bahkan tiap daerah juga bisa berbeda tingkat penerimaan untuk teknologinya, disini tantangan tim Micro untuk bisa masuk dan mengerti kebutuhan mereka”. Menurutnya, kebanyakan orang hanya melihat para pedagang dari kulit luarnya. Sementara untuk bisa mendukung UMKM sepenuhnya, tidak bisa hanya dari kulit luar. “UMKM ini harus berkembang, tidak bisa mati karena mereka adalah tulang punggung dari perekonomian. Sementara kita sering hanya melihat dari kulit luarnya, belom pernah sampai ke dalam-dalamnya, ke level terbawahnya. Kita harus bisa melihat ‘sebenarnya jualan mereka sepertu itu bisa laku tidak ya? Mereka bisa untung berapa? Dari jualan itu, apa dia bisa menyekolahkan anaknya sampai selesai? Dengan uang yang didapat, dia bisa menyimpan uang atau digunakan untuk kebutuhan?’” Edwin menekankan, dalam berhubungan langsung dengan merchant, kalau hanya mengandalkan kemampuan menjual, timnya tidak akan berhasil. Menurutnya diperlukan pemahaman, pengertian, pendekatan dan upaya yang lebih untuk bisa benar-benar masuk dan dekat dengan para merchant. “Diperlukan tidak hanya upaya lebih, tapi juga waktu dan semangat untuk tulus memberdayakan para pedagang, tidak hanya sekedar mengajak mereka menggunakan aplikasi Youtap.“ tambahnya.

Dalam merekrut orang pun, ia tidak sembarangan. Edwin mencari orang-orang yang memiliki pengalaman sangat baik di bidangnya. ”Gue nyari tim yang sudah punya pengalaman dengan baik. Enggak cukup hanya tahu industri digital aja, tapi orang-orang yang mengenal lapangan dengan baik. Disamping itu gue juga selalu encourage tim gue untuk selalu belajar dan melihat insight dari para merchant.” Ia yakin, dengan mendengar insight para pedagang ini lebih dalam, Solusi yang ditawarkan akan lebih bisa tepat sasaran. “Dari cerita hidup mereka, gw selalu berpikir ‘apa sih yang bisa kita bikin lagi untuk mereka? Kira-kira apa lagi ya yang bisa kita bantu untuk mereka? Pada akhirnya, yang kita pikirkan adalah solusi untuk semuanya, enggak bisa hanya satu persatu. Solusi apa yang perlu kita hadirkan untuk bisa membantu mereka. Karena seperti inilah yang kita di Youtap ingin lakukan. Empowering UMKM. Sama seperti prinsip yang pernah gw sama Herman obrolin waktu dulu pertama bergabung, ‘let’s help UMKM’ dan prinsip itu juga yang sampai sekarang masih akan kita kedepankan di Youtap.’”


Berita Terkait